Naya dan Eksistensi
Sedikit mengulang memori, tahun 2017 – 2018 merupakan tahun-tahun yang membingungkan bagi ku. Sebagai manusia sekaligus perupa, aku merasa kebingungan, tidak sadar, hilang arah, terkadang aku memiliki pertanyaan seperti “Aku ini siapa?” “Apa tujuan hidupku?”, “Untuk apa aku menggambar?”, “Apa tujuanku menciptakan sebuah karya?” ahh dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang tidak bisa ku jawab. Aku ini orangnya overthinking, sampai-sampai pertanyaan tersebut membuat mental ku terganggu sekaligus tekanan-tekanan dari berbagai pihak keluarga dan lingkungan sekitar yang mengharuskan ku untuk menjalani hidup layaknya remaja normal. Mungkin bagi sebagian orang ini semua terasa sepele, apa ini yang dinamakan depresi? apa ini yang dinamakan quarter life crisis? Tetapi aku selalu mencoba untuk denial dan tidak self-diagnose dengan keadaan ini. Puncaknya dipertengahan tahun 2018 aku mulai merasa semua keadaan ini semakin membingungkan dan ini berdampak ke kegiatan berkesenian ku yang mu...